PNM Bekerjasama Dengan Kementerian Investasi Berikan 550 Nasabah Nomor Induk Berusaha

  • Bagikan

PESAWARAN-PT Permodalan Madani bekerjasama dengan Kementerian Investasi menerbitkan 550 Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada nasabah PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yaitu Temu Usaha Nasabah Mekaar (TUNM) bertemakan “Pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perseorangan” di Gedung Adora Pesawaran. (Kamis, 01/12)

Kegiatan kali ini dihadiri oleh Erick Thohir selaku Menteri BUMN, Dr. H. Zulkifli Hasan, S.E, M.M., selaku Menteri Perdagangan, Achmad Idrus selaku Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Chusnunia Chalim, M.Si., M.Kn., Ph.D., selaku Wakil Gubernur Lampung, Wildan, S.E., M.M selaku Sekda Kab. Pesawaran, dan Arief Mulyadi selaku Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani.

Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi dalam dimensi pembangunan nasional yang berlandaskan sistem ekonomi kerakyatan, tidak hanya ditujukan untuk mengurangi masalah kesenjangan antargolongan, pendapatan antarpelaku ataupun penyerapan tenaga kerja. Erick Thohir selaku Menteri BUMN mengatakan, “Pentingnya UMKM/UMK sebagai roda penggerak ekonomi Indonesia,  bentuk support luar biasa dari BUMN untuk UMKM lebih maju kedepannya.”

Pengembangan UMK yang mampu memperluas basis ekonomi dan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mempercepat perubahan struktural, yaitu dengan meningkatnya perekonomian daerah dan ketahanan ekonomi nasional. Pengembangan tersebut dapat juga sebagai penambah motivasi bagi pelaku UMK khususnya Mitra Binaan PT PNM untuk menghasilkan produk yang baik dan berkualitas, mendapatkan order yang terus berkesinambungan serta memiliki suplier yang bekerjasama dengan baik sehingga memungkinkan untuk meningkatkan penghasilan dan dapat naik kelas.

“Untuk membangun UMKM di Lampung diperlukan sinergi yang baik dan terkoordinasi antara pelaku usaha.” ujar Dr. H. Zulkifli Hasan, S.E, M.M., selaku Menteri Perdagangan. Pada kesempatang yang sama, Achmad Idrus selaku Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan, “Lampung memiliki potensial yang bisa menjadi pusat ekonomi baru dan pusat pariwisata baru di Indonesia dan hari ini telah diberikan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada pelaku usaha mikro kecil perseorangan dari berbagai lokasi di Lampung untuk memudahkan percepatan perizinan berusaha khususnya bagi pelaku UMKM.”

Sebagai Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani, Arief Mulyadi turut mendorong upaya nasabahnya untuk mendapatkan NIB sebagai bentuk legalitas pelaku usaha untuk dapat meningkatkan usahanya.

Selanjutnya, Wakil Gubernur Provinsi Lampung berkata, “Mayoritas penerbitan NIB di Lampung adalah pelaku UMKM, semoga para pelaku usaha yang memiliki NIB dapat menjalankan usahanya sehingga dapat menghidupkan perekonomian daerah.”

Sebagai informasi, hingga 01 Desember 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 155,35 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 13,26 juta nasabah. Saat ini PNM memiliki 3.500 kantor layanan PNM Mekaar dan 638 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 422 Kabupaten/Kota, dan 5.640 Kecamatan.(rls)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *