Diduga Pembangunan Balai Pekon Napal Sarat KKN Sehingga Menjadi Sorotan Publik

  • Bagikan

TANGGAMUS– Diduga tidak transparan Pembangunan Balai Pelatihan (Balai Desa-red) Pekon Napal Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus Lampung, sehingga menjadi sorotan masyarakat yang melihatnya, karena lakasinya berada di atas tepi jalan raya.

Dugaan itu diungkapkan oleh sumber yang tak ingin namanya dipublikasikan yang kami jumpai. Sumber tersebut menuturkan, pembangunan gedung tersebut entah kapan jadinya, kami menduga sarat dengan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN),

“Sebab begini Pk, bagai mana kami tau, biaya pembangunan gedung tersebut. Sebab duga’an itu muncul karena tidak ada papan nama atau spanduk keterangan pemberitahuan proyeknya,” seharusnya ada kan Pk.
Lagian diduga Sekdesnya aja adiknya,” terkesan nepotisme makanya tidak transparan, Kata Sumber tersebut, “di lapangan, ” Kamis (18/1/2024).

Berhubung sudah sore kami pun mendatangi rumah Kepala Pekon (Kakon) di kediamannya untuk konfirmasi terkait hal itu. Namun sayangnya tidak berhasil kami temui dirumahnya.

Awak media ini pun berinsitif menanyakan nomor telepon pak Kakon dan Sekdesnya kepada warga, supaya bisa di konfirmasi terkait hal tersebut melalui Whatsapp (WA) beliau. “Namun sayangnya, yang bersangkutan sampai berita ini diterbitkan WA keduanya tidak aktif.

“Lagi-lagi sangat disayangkan seorang pemimpin pekon/desa WA keduanya susah dihubungi, andai kata bilamana sa’at warganya ada keperluan mendesak dan butuh pertolongan cepat, akan sangat kecewa jika pemimpin mereka susah untuk dihubungi.

Menurut pantauan kami sebagai awak media yang menjalankan tugas sebagai kontrol sosial memang apa yang diduga narasumber tersebut katakan ada benarnya. Setelah kami cek lihat langsung di lokasi Pambangunan gedung tersebut diduga tidak terpasang papan/spanduk keterangannya. Ada pelanggarannya, yaitu aturan pemerintah Republik Indonesia, tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Bahkan pembangunan gedung tersebut terlihat terbengkalai, diduga sudah lama tidak ada kegiatan. “Wajar saja menuai kritik dan jadi sorotan publik.(Azh/tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *