Jadi Sorotan Warga, Kakon Sukawangi Diduga Mark up Anggaran Pembangunan Rabat Beton dan Disinyalir BUMDes Bermasalah

  • Bagikan

PRINGSEWU – Pagelaran Inisial AN selaku Kepala Pekon (Kakon) pekon Sukawangi Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Lampung, Diduga kuat Mark up Anggaran Pembangunan Rabat Beton (RB), Tembok Penahan Tanah (TPT) dan Pembuatan Jalan Baru (PJB) ke tiganya berlokasi di dusun II pekon Sukawangi.

Hal itu diungkapkan oleh seorang warga pekon Sukawangi sebagai narasumber yang namanya dirahasiakan, diapun menuturkan berdasarkan fakta dengan menunjukkan poto baleho informasi, tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang harus ada itu.

Jelas terlihat anggaran pembangunannya untuk,

Pembangunan TPT, Volume 158 Meter × 0,6 M. Lokasi dusun II Anggaran Rp 55.910.000,- (Lima puluh lima juta sembilan ratus sepuluh ribu rupiah).

PJB volume 246 M × 2 M Lokasi dusun II Anggaran Rp 16.910.000,- ( Enam belas juta sembilan ratus sepuluh ribu rupiah)

Rabat beton (RB) Volume 246 M × 0,1 M
Lokasi dusun II pekon/desa, Sukawangi.
Anggaran Rp 100.444.000,- (Seratus juta empat ratus empat puluh empat ribu rupiah).

Masih menurut sumber tersebut, kami sebagai warga mengucapkan terimakasih kepada pk kakon, namun sangat-sangat disayangkan untuk pekon sendiri pembangunan infrastruktur itu terkesan asal jadi alias tidak berkwalitas diduga demi meraup keuntungan pribadi yang begitu besar”, disinyalir dengan Mark up anggaran.

Silakan bp cek langsung, lanjutnya, ke lokasi secara kasat mata dilihat kurang tebel pisiknya juga hanya terlihat semen di permukaan saja, makanya sekarang jalan itu sudah mulai hancur, sa’at dilintasi kendaraan pengangkut hasil budi daya petani ikan air tawar, padahal pembangunan infrastruktur tersebut terbilang baru sekitar Oktober 2023,”tutur sumber tersebut, Rabu (21/2/2024) di rumahnya.

“Semennya hanya di permukaan jembatan juga kurang tebal, semestinya 25 – 30 centimeter, jalan itu juga mulai hancur di liwati mobil diperkirakan beban 2 ton, dengan bobot mobil seandainya 7 kwintal, muatan ikan 1 ton 3 kwintal apa lagi dilintasi truk, sekitar Oktober 2023 kemarin dibangun, dan saya juga sempat mendengar semua aparatur tidak difungsikan dalam pembangunan semua dikendalikan oleh Kakon,” beber sumber tersebut.

Prihal tersebut tanggapan Kakon Sukawangi, diapun mengakuinya akan segera diperbaiki pekerjaan tersebut sebab akan ada pemeriksaan sekitar hari “Kamis nanti tanpa menyebutkan tanggal nya, bahkan ia sempat menanyakan alamat jurnalis media ini, sa’at dikonfirmasi melalui Whatsapp nya sekira pukul 21.48 (WIB) Rabu malam (21/2/2024).

“Inikan saya ada pemeriksaan sekitar hari Kamis nanti sebenarnya,” cuman masyarakat disana memasukkan dum truk jadi gak sesuai itukan jalan pertanian jadi belum layak dilintasi roda 4 ngunjal ikan pasti ada airnya tentu bebannya bertambah, ya namanya juga masyarakat. Cuman insya Allah sehari dua ini akan diperbaiki namanya kita mau diperiksa inspektorat.

Menurut sumber lain juga menambahkan, bahwa saat ini masalah BUMDes pekon Sukawangi juga tidak aktif dan kemudian dana Rp 100.000.000,- (Seratus juta rupiah) lebih nilainya itu dikemanakan,”tukas sumber tersebut. (Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *