Wahrul : Ribuan Hektar Lahan Sawah Terendam Banjir dan Dipastikan Bakal Gagal Panen, Dimana Komitmen Garansi Program KPB

  • Bagikan

BANDAR LAMPUNG. ,- Hujan lebat yang mengguyur beberapa hari lalu, ternyata tidak hanya merendam sebahagian pemukiman masyarakat yang menimbulkan banyak kerugian materi, akan tetapi juga ternyata merendam ribuan hektar lahan sawah milik para petani.

Lahan persawahan yang mengalami kebanjiran tersebut tersebar di enam kabupaten , diantaranya Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Barat, Tulang Bawang dan Mesuji, melihat dari kondisi banjir yang terjadi maka dipastikan para petani bakal mengalami gagal penen.

Salah seorang pengacara rakyat Wahrul Fauzi Silalahi, S.H dalam keterangannya kepada awak media mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang bakal dialami oleh para petani apabila memang terjadi kegagalan dalam panen nanti, terlebih kondisi harga beras saat ini telah melambung tinggi.

Wahrul juga mempertanyakan bagaimana komitmen garansi atau asuransi yang ada dalam program Kartu Petani Berjaya (KPB) yang menjadi program unggulan milik Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

“Dalam konteks saat ini, apakah Pemprov akan memberikan bibit dan pupuk terhadap petani yang terdampak. Kemudian, kapan Gubernur akan turun meninjau dan melihat persoalan yang dialami para petani yang sawahnya terendam banjir yang berpotensi mengakibatkan gagal panen? ” tanyanya, Selasa (5/3/2024).

Wahrul juga menjelaskan bahwa banyak petani yang mengeluhkan terkait susahnya mendapatkan pupuk.

“Saya mendapatkan informasi bahwa petani masih kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi,” urainya.

Lanjutnya, ada juga petani yang sawahnya baru ditanam dan baru diberi pupuk, lalu terkena banjir. Ini kan perlu segera disikapi.

Ia kemudian menagih asas manfaat dari Program KPB milik Gubernur Arinal.

“Tentunya saya mempertanyakan dan menagih asas manfaat dari KPB ini. Karena yang selalu di branding adalah tujuan dari program petani berjaya ini untuk kesejahteraan petani itu sendiri. Kemudian bagaimana realisasinya selama kurang lebih 4 tahun ini? Serta Input dan Outputnya seperti apa?” keluh Wahrul.

Namun hingga saat ini, ia menilai sepertinya belum ada langkah konkret dari Pemprov Lampung terkait solusi untuk para petani yang terancam gagal panen. (Tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *